Rabu, 16 Juni 2010

dan semuanya pun akhirnya KELAR jgag :)

yap . yap.
hari terakhir setelah melewati masa - masa ujian akhir smester adalah hari Sabtu kemaren , dengan matkul terakhir yaitu Pendidikan Agama Islam,
and that's right like what I guessed before that I just could deliver 20 .
huft.
I hope it's not too bad .

and now,
we're busy preparing our short smester ( SP ) and KRS Online.
although we have day off ,
but we must still go to campus to complete all .

but, it's no problem,
kalo libur lama - lama trus tetap dirumah,
ya mending tetap ke kampus dengan agenda yang harus diselesaikan.

semuanya memang selesai untuk semester ini,
teman - teman pun pada langsung cabut pulang kampung begitu selesai ujian.

abbai's here ,
but ain't too exicited for his coming.
I don't know why.
and now, I'm thingking of somebody else.

yeah,
kalo libur,
pasti teringat dengan planning yang akan dilaksanakan selama liburan,
dan otomatis aku pun teringat dengan teman - temanku yang kuliah jauh di kota orang,
sudahkah mereka libur >
akankah mereka segera kembali ke pknbaru dan menghabiskan liburan bersama - sama.
yeah, I hope so .


ni foto yang diambil waktu kami pada jogging d an-nur,
seru !

and also this :
untuk informasi jja,
nih foto diambil diatas trans metro,
gila , kami naik trans metro mpeg terminal terakhir dan turun lagi
diterminal awal dimana kami naik semula,
hha :D

persahabatan tu emank gag ad matinya dehh :)

and last,
yola , putri jugag akku,
uddah sekian lama merencanakan foto bersama distudio akhirnya
tercapai juga saat lebaran taon lalu sebelum yola berangkat ke padang.
hhi




Rabu, 09 Juni 2010

kejar tayang 1

setelah bergulat dengan setumpuk paper pengantar pendidikan,
kami sekelas dikejutkan dengan perceparan UAS Pendidikan agama plus diberitahu bahwa seluruh anggota kelas harus menghafal 30 surat yang ada didalam al-qur'an dan disetor jugag pada hari Sabtu bersamaan dengan UAS.
GILAG !!
kami semua pada melongo ( termasuk aku ) mengingat harus menghafal 30 surat dalam waktu singkat !
yang aku ingat sejauh ini aku baru menghafal 14 ayat yg ada dikepalaku,
sisanya ????
*toeng. toeng :(

makanya,
harus semangadh lha,
jum'at besok cma ujian STRUCTURE I , so setelah kuliah bubar akku musti kerja keras menghafal sisa surat yang belum dihafal,
moga jja memank benar - benar nggak semua yang disetor,
habisnya akku udah rencana kayanya cuma bisa dapat 20-an surat,
oalahhh . . . .

bernostalgia dengan masa - masa SMA.



menung - menung sendiri dikamar jadi teringat masa - masa esema dulu,
mulai dari yang manis mpeg yang pahit,
tapi semuanya terkesan indah dan lucu dehh.
mulai dari waktu ospek sampe menjelang kelulusan, semuanya seru.
kebiasaan menyontek jugag meribut dikelas tak pernah hilang selama raga kami masih ada di esema 4, hhhe :)


beberapa moment yang kami lewati tak jarang kami abadikan, maklumlah kami termasuk para makhluk yg PSK alias Pasukan Sadar Kamera,
jadiii, gag heran kalo selain kami suka merusuh, kami juga suka narsis - narsisan.
nah, gambar diatas tuh kami ambil ketika kami latian paduan suara kelompok dihalaman belakang sekolah,
pas banget tuh backgroundnya kaya musim gugur,
kaya di jepang gitu hha :D

nah, kalo yang ini diambil waktu kami pada sibuk - sibuknya dekorasi dstand kami dalam rangka peringatan HUT SMAN 4 Pekanbaru,
pas dekorasi, juga pembagian seragam kebangsaan,
seragam para miss ma msternya unirverse ala O2 BASSIST ID gitu,
hhe.


and this , pas lagi seru - seruan latian senam dirumah Rio dikawasan asrama AURI,
pulang sekolah langsung terobosan ,
panas - panas,
dibela - belain latian nih wad berlaga di pertandingan senam antar kelas dalam rangka ULTAH SMAN4 jugag,
pada gag serius, coz karena suasana pada panas terik matahari,
jadi pada negluh semua,
tapi untunglah, kekompakan mengalahkan keegoisan kami,
alhasil, tetpa SEMANGADDD !! :)


Jumat, 04 Juni 2010

UAS ohh UAS . .

5 juni 2010

Uas sedang berlangsung, gag terasa udda hampir setahun duduk dibangku kuliah. Uas mendekati namun juga tidak ketinggalan tugas - tugas dari lecture yang menumpuk. oalahhhh.
semangad belajar pun amat sangat down, tapi hruslah diantisipasi sebelum menyesal kalo liad hasil UAS ntar .
hhe :)

hari ini hari minggu,
jam menunjukkan pukul 12.04,
itu berarti sudah 3 jam akku dduk dipuswil sembari membaca, dan mengetik tugas pengantar pendidikan.
oh no, tentu saja tak ketinggalan browsing dan posting blog akku,
hhe.

tadinya sih akku sendirian,
melangang ( gag juga dink ), toh akku jga sok sibuk,
hagz,
bru 15 menit yang lalu nesti febrianti : teman sekelas akku nyampe puswil.
biasalah, kami memank sering menghabiskan waktu dipuswil,
bca buku smbil santai-santai.
daripada melala gag jelas kan ?

kembali ke topik UAS,
sejauh ini sudah beberapa matkul yang selesai di UAS kan :
LISTENING I,
WRITING I,
PROFESI KEPENDIDIKAN : KONSELING ,
dan baru saja ENGLISH PHONOLOGY I kemarin,
eh,
mau cerita lah soal ujian EPHO kemarin,
malam sebelum ujian tuh kan seperti biasa,
akku belajar,
masuk gag masuk tak peduli lah, yang penting belajar.
esok paginya,
ud siap2 nih untuk ujian,
INSYA ALLAH siap 100% lha,
bgitu dosen masuk,
bgiin soal,
kami langsung terheran - heran bo',.
tuh soal cma ada sati instruction,
" tell about what u've gotten in studying Engling Phonolgy I, all the advantages ".
tuh soal gag ada sangkut pautnya ma yang aku baca tadi malam.
hehehe.
jadinya yah kami mengarang bebas,
hoahahaha :D

eh,
senin besok ud UAS Prospen Adm. Pendidikan,
akku pnjam catatan Nesti,
hbisnya setelah Mid kmaren, akku jadi malas kali wat nyatat materi, huh.
untuk tiket UAS pun udah selesai,
ud dijilid malahan,
makalah yang ditulis tangan tuh akku siapin dalam 2 malam dengan jumlah 16 halaman dan tema tentang teknologi pendidikan.
huft.

oia,
pengantar pendidikan gag ada UAS,
tpi tau gag,
mlah kami dikasih setumpuk tugas,
yaitu buat 3 makalah sekaligus !!
gila apaa.
dan mpeg sekarang aku baru menyelesaikan 1 makalahnya,
2 lagi ?
nyusul deh, lagi mikir nih mau mnta bantuan ma siapa,
hhe.

wish me LUCK yaaa :)

Sabtu, 22 Mei 2010


I like this photo. this photo was took by brother Embryo. it located on Jl. Sudirman. on sabana ? No. yeah, we took it with the theme BACK TO NATURE.
yeah, in photo , there are my sisters, Uni rani, Kag Ratna, and Kag Yani.
it's rare moment, because we're seldom together.
I miss to do that again,
hha.
Narsist :)

Life Story

neveR can Understand..

all that i’ve dOne..

giVe me nOthing that i waNt..

aLtHough sOmeOne said that,

tHere isn’t the wiN,

tHere isn’t the Lose,

tHere isn’t the higher, aNd

tHere isn’t the LoweSt,,

oNLy oNe he tRuth,,,,

kEep wOking,

wOrking aNd wOrking,,

never tHink aBout gIve uP,,

iMpossible is nOthing,,

bUt,,

wHy,,,,

sOmetiMes my heart is heavy to do it,,

no oNe respect me,,

jusT see me in one eye,,

aNd i,,

i’m just a little girl,

just a weak girL,,

tHat need support frOm soMeOne,,

ever tHought to change my self become better,,

but, my mind said that it’s haRd to do it,,

oNly hOpe that everything will change while time is walking,,

aNd aLways pRay, pRay, aNd pRay,,,

tHanking aNd receive everything that Allah had given tO me,,

,,,,ThaNk yOu, Allah,,,,

Berdagang ? Why Not .

“Sebenarnya Pasar Pagi Arengka ini dimulai dari toko-toko kecil itu”, kata Eri sambil menunjuk toko-toko yang berada dibelakang lapaknya. “Ya, tempat yang saya tempati ini adalah pasar ilegal. Karena pasar sebenarnya berada dibagian belakang yang dibangun oleh pemiliknya secara pribadi baik berupa los, lapak, kios maupun toko-toko bertingkat, karena mereka-mereka itu adalah para tuan tanah di wilayah ini, tambahnya lagi.

Pagi itu sekitar pukul 9.30 wib suasana Pasar Pagi Arengka tampak ramai dikunjungi para pembeli yang kebanyakan dari kalangan ibu-ibu. Maklum, hari itu adalah hari sabtu (8/5). Semerbak bau khas pasar pun tercium ketika kita melewati lapan / los para pedagang yang terlihat sibuk melayani pembeli. Para pelanggan pun sibuk membeli kebutuhannya dari satu pedagang ke pedagang lain tanpa menghiraukan jalan setapak di pasar itu becek dan kotor akibat hujan lebat yang turun kemarin sore.

Tidak jauh dari lokasi parkiran depan pasar, dari beberapa sumber didapat keterangan bahwa kegiatan parkir tersebut juga ilegal, tampak seorang lelaki setengah baya sibuk menimbang cabe, bawang dan kentang pesanan pelanggannya dengan serius dan ramah, ciri-ciri pedagang asal sumatera barat. Lalu ia menghitung semua harga belanjaan dan memberikannya kepada pelanggannya seraya menerima bayaran dari pelanggannya. Ya, lelaki bertubuh sedang ini bernama Eri. Sudah 10 tahun ini ia berjualan di Pasar Pagi Arengka. Sebelumnya ia berjualan di Pasar Pusat. Lelaki yang beralamat tinggal di jalan Adi Sucipto tanpa KTP (tidak terdaftar sebagai penduduk Kota Pekanbaru) ini memiliki hasrat berdagang dari kecil. Maklum, kebanyakan keturunan minang memiliki jiwa dagang yang besar.

“Saya sudah lama jadi pedagang. Sejak tamat SMA-lah. Maklum, profesi keturunan. Selama ini saya menikmati profesi saya sebagai pedagang”, ungkap pria berumur 40 tahun ini sambil menghisap rokok kreteknya dalam-dalam. Selama ini, dia sudah berjualan bermacam-macam. Mulai dari ikan asin, sayur-sayuran, pakaian, dan hingga saat ini ia jualan cabe, bawang, kentang juga sayur-sayuran. Pria yang suatu saat ingin menjadi seorang pengusaha berhasil dan sukses ini, tidak sendirian, karena istri dan anak bungsunya yang berumur 2 tahun selalu menemaninya di pasar. Ia mulai berdagang dari pukul 2.30 dini hari hingga magrib. Semua barang dagangannya berasal dari luar Pekanbaru. Ada yang dari Jawa, Sumbar, Medan, bahkan Thailand. “Barang dagangannya datang setiap hari, sebelum saya berangkat ke pasar”, tambahnya lagi.

Mengenai omset penjualannya, diakui Eri tidaklah banyak. Keuntungan yang didapatkan tiap hari pun tidak tetap. Hal ini dikarenakan hasil penjualan yang didapatkan tergantung dari daya beli pembeli. Jika sudah akhir bulan, pasar terlihat sepi pembeli. Karena kebanyakan pembeli adalah PNS. Selain itu hambatan yang didapatkan yaitu ketika musim modal mahal dan sulit menjual. Apalagi jika musim banjir datang. Untuk saat ini, Eri mengeluarkan modal sebesar 2 juta rupiah setiap harinya. Dan keuntungan yang didapat hanya sekitar 7 hingga 10 persen.
Lalu, bagaimana jika harga barang naik ? Ketika ditanya mengenai hal ini, Eri menjawab kalau kebanyakan para pedagang memiliki kesulitan untuk menaikkan harganya. Mereka harus memberi pengertian kepada para pembeli. Penjualan secara eceran rada sulit. “Menaikkan harga barang tidak bisa terlalu tinggi. Kalau tinggi, bisa-bisa semua pedagang mampu naik haji”, kata Eri bercanda.

Lapak ( tempat jualan ) yang ia tempati saat ini ukurannya sama seperti pedagang lainnya. Semua para pedagang termasuk Eri harus membayar uang lapak, uang pasar, uang listrik per bola lampu dan uang keamanan sebesar Rp. 11.000 setiap harinya kepada petugas pasar. Petugas pasar ini adalah orang yang diberi tugas dan tanggungjawab oleh pemilik pasar. Karena ketika pulang, kadang sebelum matahari terbenam, kadang pula setelah matahari terbenam, para pedagang tidak membawa pulang barang dagangannya. “Alhamdulillah, sejauh ini saya belum pernah kehilangan, tetapi pedagang lain pernah mengalami”, tambah Eri sambil marapikan barang dagangannya.
“Sebenarnya Pasar Pagi Arengka ini dimulai dari toko itu”, kata Eri sambil menunjuk toko-toko yang berada dibelakang lapaknya. “Ya, tempat yang saya tempati ini adalah pasar ilegal. Karena pasar yang sesungguhnya ada dibelakang yang dibangun secara pribadi oleh pemiliknya dengan izin Pemerintah Kota Pekanbaru yang nota bene mereka-mereka itu adalah tuan tanah, baik berupa kios, los, lapak maupun toko. Jadi, kalau nanti ada pelebaran jalan, tempat ini akan digusur”, jelas Eri. Sekali lagi katanya mengaku bahwa lokasi lapak tempatnya berjualan adalah ilegal (dibangun diatas DMJ), ia dan pedagang lain tidak bisa pindah sebab tempat yang tersedia (legal) sudah penuh ditempati oleh para pedagang lain. Namun, ia berharap tempat yang ia tempati sekarang ini tetap bertahan dan tidak digusur. Karena jika ia pindah, ia akan mengalami kesulitan baik dalam memenuhi permintaan pelanggannya maupun kebutuhan hidupnya sekaligus berarti berkurang omsetnya. Ia berharap pemerintah menyediakan tempat untuknya dan para pedagang lain dengan harga sewa yang terjangkau.

Lho, bukankah pemerintah sudah melakukannya ?
Mungkinkah pemerintah belum mencukupi semua kebutuhan para pedagang ?